Tuhan berkata biarkan ia berlalu
Aku menyesal ia ada
Aku menyangkal kehidupannya
Tuhan benar, ia harus pergi
Di tengah denting gelas-gelas Kristal
Pada tumpukan piring-piring porselen retak
Cuma ada sekeping koin emas
Selebihnya adalah tebaran hitam perunggu
Daripadanya hanya sampah
Tuhan bilang tunggu padaku
Aku terus berjalan menyusuri rel kereta
Ditemani kaki telanjang
Sakitnya tertusuk kerikil tajam tak kuindahkan
Perihnya tergores beling tidak terasakan
Tuhan salah
Tuhan bilang jalan itu mendaki
Aku telah menjadi gila
Telah mengutuki diri karena impian yang semu
Aku merasa suci karena mereka menganggapku najis
Tuhan tertawa penuh kemenangan
0
komentar
Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan
Untitled 2
Label: Poems
Manusia bilang:
Tuhan datang dan pergi
Tuhan berkata:
Manusia ingat lalu pikun
Di tengah hamparan buih di pantai Tuhan pilih semua
Di tengah gundukan batu manusia pilih satu yang agung
Manusia datang silih berganti
Pulang pergi menumpang lokomotif kehidupan
Asapnya hitam riuh rendah membawa dosa umat
Hingga Tuhan pun bosan mengawasi
Kapankah kiranya suatu akhir ditetapkan? 0 komentar Diposting oleh ZU_Cute di 21.26
Tuhan datang dan pergi
Tuhan berkata:
Manusia ingat lalu pikun
Di tengah hamparan buih di pantai Tuhan pilih semua
Di tengah gundukan batu manusia pilih satu yang agung
Manusia datang silih berganti
Pulang pergi menumpang lokomotif kehidupan
Asapnya hitam riuh rendah membawa dosa umat
Hingga Tuhan pun bosan mengawasi
Kapankah kiranya suatu akhir ditetapkan? 0 komentar Diposting oleh ZU_Cute di 21.26
Aku Takut
Label: Poems
Aku takut
Sangat takut
Aku takut ketika mataku tak bisa melihat karya-karya agung Tuhan
Aku takut manakala telingaku tak dapat mendengar lantunan adzan dan tilawah
Aku takut saat lidahku tak mampu melafadzkan ayat-ayat kasih dari tuhan
Aku takut tanganku tak kuasa menggapai kurnia Tuhan
Aku takut kakiku berhenti melangkah ke tempat pahala berada
Aku sangat takut ketika detakan jantungku tak seiring butiran dzikir yang teruntai dari hati
aku sungguh sangat takut 0 komentar Diposting oleh ZU_Cute di 21.20
Sangat takut
Aku takut ketika mataku tak bisa melihat karya-karya agung Tuhan
Aku takut manakala telingaku tak dapat mendengar lantunan adzan dan tilawah
Aku takut saat lidahku tak mampu melafadzkan ayat-ayat kasih dari tuhan
Aku takut tanganku tak kuasa menggapai kurnia Tuhan
Aku takut kakiku berhenti melangkah ke tempat pahala berada
Aku sangat takut ketika detakan jantungku tak seiring butiran dzikir yang teruntai dari hati
aku sungguh sangat takut 0 komentar Diposting oleh ZU_Cute di 21.20
Untitled 1
Label: Poems
Apa yang dulu kita benci
Pada akhirnya nanti akan berbaik kita sukai.
Tetapi aku tidak benar-benar membenci
Apalagi menyukai sesuatu.
Semuanya serba relatif. Hampa. Semu.
Bukan benci
Tapi ketika melihatnya darah dalam jantung mendidih.
Bukan suka
Melainkan waktu mengingatnya membangiktkan hasrat untuk memiliki.
Ketika rasa suka itu menyublim
Sesuatu itu menjadi sampah
Saat rasa benci itu mengendap
Sesuatu itu menjadi seperti sebutir kotoran,
atau malah menjadi seekor lalat yang harus ditumpas habis sama sekali. 0 komentar Diposting oleh ZU_Cute di 21.18
Pada akhirnya nanti akan berbaik kita sukai.
Tetapi aku tidak benar-benar membenci
Apalagi menyukai sesuatu.
Semuanya serba relatif. Hampa. Semu.
Bukan benci
Tapi ketika melihatnya darah dalam jantung mendidih.
Bukan suka
Melainkan waktu mengingatnya membangiktkan hasrat untuk memiliki.
Ketika rasa suka itu menyublim
Sesuatu itu menjadi sampah
Saat rasa benci itu mengendap
Sesuatu itu menjadi seperti sebutir kotoran,
atau malah menjadi seekor lalat yang harus ditumpas habis sama sekali. 0 komentar Diposting oleh ZU_Cute di 21.18
Langganan:
Postingan (Atom)
