Dia datang lagi. Dia datang kembali dalam mimpiku. Ia mengulurkan tangan kanannya sembari tangan kirinya menggenggam tangkai buket mawar putih. Tapi aku tak bisa apa-apa. Aku tidak berdaya menyambut tangannya, apalagi menerima kasih sayangnya. Aku ini cuma bunga liar yang tumbuh di pinggiran taman. Akan tumbuh meski tanpa perhatian orang. Dan aku menganggap dia hanya orang lewat yang mengagumi bunga liar sesaat.
Dia bilang adalah suatu kesalahan memutuskan ikatan silaturahim. Ikatan itu universal, dan kau tak tahu hubungan macam apa yang ada di antaranya. Bahkan mungkin di antara kami terjalin suatu ikatan yang tak pasti. Tapi, itu malah membuat kami tak bisa bernafas jika terlepas jalinan satu sama lainnya. Apakah kau pernah merasakan hal yang sama?
Aku sedikit kasihan padanya. Aku memanfaatkannya. Aku ingin memilikinya sendiri, hanya untukku. Tapi aku tak akan bisa terus bersamanya. Suatu saat kami akan berpisah. Tidak bisa tidak kami akan bercerai hati. Aku adalah pembosan. Dan bagiku laki-laki sama saja seperti barang. Bila sudah bosan, tinggalkan saja. Di luar sana masih banyak kehidupan.
Meski begitu, ada hal-hal yang tidak bisa kujabarkan dengan jelas. Sudah sejak awal aku tahu kami berada dalam perahu yang berbeda. Kau pasti tahu artinya. Perahu-perahu itu mungkin berjalan beriringan, namun sayangnya masing-masing punya tujuan yang berbeda. Di persinggungan jalan mungkin kami akan bertemu. Dan aku hanya akan memberikan senyum perpisahan untuknya. Juga sekotak kue pemutus ikatan.
2
komentar
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
mimpi bunga
Label: Cerpen
Bodoh, orang itu tidak mungkin menyukaiku, kenapa pula hingga detik ini aku masih memikirkannya?
Orang bilang cinta pertama sangat susah dilepaskan dari ingatan. sudah berapa tahun ya sejak hari itu? sudah tujuh tahun lebih aku diam-diam menyukainya. walaupun di sekelilingku bertebaran laki-laki yang mengagumkan tetap saja kutepis bayangan mereka dan mengazamkan diriku bahwa ia adalah laki-laki pilihanku meskipun aku bukan perempuan pilihannya. kuakui dan kutahu bahwa perempuan yang disukainya bukanlah aku. ia hanya menganggapku teman. tapi peduli amat, ini perasaan punyaku tak ada yang bisa mengatur. pun ketika kami bertemu suatu kali tak ada perasaan apapun diantara kami ketika itu.
hingga, suatu malam ia hadir dalam ingatanku. amboi, ada apakah ini? apa ia cuma bunga mimpi? apa kah ia hadir karena alam bawah sadarku.
"hai, apa kabar?" ia datang melambaikan tangan padaku, menyapa. ia tersenyum manis dan ramah. padahal sepanjang kami pernah bertemu muka selama tiga tahun ia biasa saja. dan aku juga sedikit membenci kelakuan buruknya. hhhm, tak ada laki-laki yang suci. bolehlah kukatakan secara kejam bahwa mereka tak ubahnya mahluk najis.
yang membuatku sangat terkejut (aku berhasil menekan keterkejutanku), ia jadi sedikit liar karena patah hati. ini sedikit membuatku jijik padanya.
jadi walaupun aku menyukainya, aku tak akan mencintainya seluruh hati hingga membuat hatiku retak. kau tahu, dengan datangnya ia telah menumbuhkan suatu asa padaku. bahwa ia akan hidup tanpaku, dan aku akan bahagia tanpanya meski tanpa disampingnya. walaupun dengan perasaan benci, aku harus merelakan, ikhlas bahwa ia telah mengisi sebagian relung hatiku. sampai aku bersuami nanti (mungkin) atau bahkan hingga aku menghela nafas terakhir nanti. bagaimana denganmu? 2 komentar Diposting oleh ZU_Cute di 21.02
Orang bilang cinta pertama sangat susah dilepaskan dari ingatan. sudah berapa tahun ya sejak hari itu? sudah tujuh tahun lebih aku diam-diam menyukainya. walaupun di sekelilingku bertebaran laki-laki yang mengagumkan tetap saja kutepis bayangan mereka dan mengazamkan diriku bahwa ia adalah laki-laki pilihanku meskipun aku bukan perempuan pilihannya. kuakui dan kutahu bahwa perempuan yang disukainya bukanlah aku. ia hanya menganggapku teman. tapi peduli amat, ini perasaan punyaku tak ada yang bisa mengatur. pun ketika kami bertemu suatu kali tak ada perasaan apapun diantara kami ketika itu.
hingga, suatu malam ia hadir dalam ingatanku. amboi, ada apakah ini? apa ia cuma bunga mimpi? apa kah ia hadir karena alam bawah sadarku.
"hai, apa kabar?" ia datang melambaikan tangan padaku, menyapa. ia tersenyum manis dan ramah. padahal sepanjang kami pernah bertemu muka selama tiga tahun ia biasa saja. dan aku juga sedikit membenci kelakuan buruknya. hhhm, tak ada laki-laki yang suci. bolehlah kukatakan secara kejam bahwa mereka tak ubahnya mahluk najis.
yang membuatku sangat terkejut (aku berhasil menekan keterkejutanku), ia jadi sedikit liar karena patah hati. ini sedikit membuatku jijik padanya.
jadi walaupun aku menyukainya, aku tak akan mencintainya seluruh hati hingga membuat hatiku retak. kau tahu, dengan datangnya ia telah menumbuhkan suatu asa padaku. bahwa ia akan hidup tanpaku, dan aku akan bahagia tanpanya meski tanpa disampingnya. walaupun dengan perasaan benci, aku harus merelakan, ikhlas bahwa ia telah mengisi sebagian relung hatiku. sampai aku bersuami nanti (mungkin) atau bahkan hingga aku menghela nafas terakhir nanti. bagaimana denganmu? 2 komentar Diposting oleh ZU_Cute di 21.02
Langganan:
Postingan (Atom)
